Anda masih bingung bagaimana cahaya matahari bisa “disulap” menjadi sumber tenaga listrik? Apa itu panel surya dan bagaimana ia bisa bekerja dan mengalirkan listrik untuk televisi dan oven di rumah kita, atau bahkan mesin printer dan komputer di perkantoran?

Simak uraian penjelasannya berikut ini!

Pemasangan panel surya yang berfungsi menyerap partikel cahaya untuk diubah menjadi energi listrik (Sumber foto: archpaper.com)

Pertama-tama, mari mengenal apa yang disebut dengan Panel Surya atau yang biasa disebut dengan Solar Cell. Panel surya adalah suatu komponen material yang berperan mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Panel surya menyerap foton (partikel cahaya) untuk melepaskan elektron dari atom. Arus listrik muncul saat elektron terlepas dari atom tersebut.

Di bawah ini adalah tahap-tahap selengkapnya.

  1. Panel surya menangkap cahaya matahari

Setiap panel surya mengandung sel photovoltaic (PV) yang saling menyatu berbentuk sepasang materi semi-konduktor. Potongan semi-konduktor yang umumnya berupa silikon tersebut memiliki ketebalan minimum 0,3 mm, dilapisi bahan kimia khusus, dan dilengkapi dengan kutub positif dan kutub negatif. Sel PV lah yang menyerap cahaya atau foton dan mengubah cahaya menjadi aliran listrik. Saat cahaya sampai pada panel surya, sel PV bekerja dengan melepas elektron dari atom hingga memproduksi listrik Direct Current (DC) atau arus listrik searah.

  1. Inverter mengonversi kekuatan solar menjadi arus listrik

Sebelum siap kita pakai, listrik DC yang dihasilkan sel PV dikonversikan menjadi Alternating Current (arus listrik bolak-balik) oleh bantuan alat yang bernama Inverter. Perangkat elektronika ini lah yang mengubah listrik DC menjadi AC pada tegangan dan frekuensi yang dibutuhkan sesuai dengan perancangan rangkaiannya.

  1. Energi listrik siap dipakai

Arus AC kemudian siap dipakai sebagai sumber listrik perangkat rumah tangga maupun perkantoran. Karena produksi energi listrik dengan menggunakan solar system sangat tergantung dengan kapasitas matahari yang terpancar, selalu ada kemungkinan energi listrik dari solar system kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda di malam hari atau akibat cuaca yang tidak menentu. Jika Anda memilih solar system dengan tipe sistem On Grid, energi listrik Anda tetap terhubung dengan PLN, sehingga pada saat cahaya matahari kurang memadai dan energi dari solar system tidak cukup untuk kebutuhan Anda, listrik PLN akan tetap mengalir ke rumah tangga Anda. Namun jika Anda menggunakan sistem Off Grid (hanya mengandalkan energi matahari), cadangan energi pada baterai bisa menjadi pemasok listrik bagi Anda.

Memilih solar system sebagai sumber kelistrikan di area residensial memang belum populer di Indonesia, namun merupakan alternatif yang sudah semakin banyak diaplikasikan di dunia. Jika Anda tertarik dan memiliki pertanyaan seputar penggunaan solar system sebagai sumber listrik pada hunian maupun bisnis Anda, segera hubungi SolarNation!