Listrik merupakan salah satu komponen biaya dalam rumah tangga yang paling tinggi tiap bulannya. Terkadang, meskipun kita sudah berusaha berhemat dengan mengurangi pemakaian listrik, tagihan listrik yang tinggi tetap tak terhindarkan. Tenaga surya semakin banyak dipilih masyarakat dunia sebagai alternatif sumber energi listrik di samping bahan bakar fosil. Tak hanya karena sifatnya yang ramah lingkungan, namun tenaga surya juga dikatakan dapat membantu mengurangi biaya listrik bulanan. Benarkah begitu?

Solar System cocok diimplementasikan sebagai sumber energi listrik di Indonesia yang memiliki intensitas cahaya matahari berlimpah (Sumber foto: bigenergyproject.com)

Matahari Tidak Berbayar

Matahari memancarkan cahayanya untuk kita secara cuma-cuma, sehingga membuat biaya besar yang memang perlu Anda pertimbangkan dalam menggunakan solar system sebagai sumber tenaga listrik Anda adalah instalasi panel suryanya. Namun jika Anda perhitungkan kembali, biaya yang besar di awal ini akan membawa manfaat yang sangat bernilai untuk jangka waktu yang panjang di masa depan, termasuk biaya listrik bulanan yang stabil.

Kemungkinan biaya tambahan lainnya bisa terjadi jika pemasangan panel surya Anda tidak sepenuhnya mengimbangi pemakaian listrik Anda. Namun intensitas cahaya matahari yang berlimpah di Indonesia mengecilkan kemungkinan kondisi ini. Selain itu, hal ini bisa disiasati dengan memastikan ukuran sistem PV solar system Anda di awal sudah sesuai dengan kebutuhan pemakaian listrik Anda sehari-hari.

Efisiensi Biaya Listrik dengan Solar System

Potongan biaya listrik lebih terasa jika Anda menggunakan sistem Oni Grid untuk solar system di rumah Anda. Dengan sistem On Grid, Anda dapat mengekspor kelebihan hasil listrik per bulan ke PLN dalam bentuk kWh untuk disimpan agar dapat mengurangi jumlah tagihan listrik. Jadi, semisal suatu rumah tangga dengan solar system-nya menghasilkan 1.000 kWh listrik, lalu ternyata hanya menggunakan 700 kWh, maka 300 kWh sisanya akan diekspor ke jaringan PLN. Selisih 300 kWh ini lah yang akan menjadi parameter perhitungan pengurangan tagihan listrik di bulan tersebut.

Biasanya, pelanggan mulai merasakan manfaat return of investment dari pemasangan panel surya dalam waktu paling tidak 5 hingga 8 tahun setelah pemasangan. Namun perlu dicatat adanya faktor-faktor lain yang juga memengaruhi biaya, seperti rate listrik resmi per kWh dari pemerintah.

Untuk menghitung proyeksi penghematan biaya listrik dengan solar system, hal pertama yang perlu Anda catat adalah seberapa banyak pengeluaran Anda untuk listrik tiap tahun saat ini. Lalu perkirakan kenaikan biaya listrik dalam beberapa tahun ke depan berdasarkan rata-rata kenaikan tiap tahun. Karena dengan menggunakan solar system, setidaknya Anda tidak perlu memperhitungkan biaya variabel tersebut.

Aplikasi panel surya sebagai sumber energi listrik tak terlepas dari energi matahari yang berlimpah  sepanjang tahun di Indonesia. Menurut data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, potensi energi matahari di Indonesia kurang lebih adalah 4,8 kWh/meter persegi atau setara dengan 112.000 GWp.

Untuk berperan terhadap kelestarian lingkungan dan langsung mendapatkan benefit berupa efisiensi biaya listrik, kenapa tidak? Segera hubungi SolarNation untuk mendapatkan penawaran pemasangan solar system pada properti Anda!