Anda tentu sudah sering mendengar bahwa energi listrik yang berasal dari tenaga surya bersifat ramah lingkungan. Tetapi tahukah Anda, apa saja sebenarnya fakta mengenai sumber energi listrik tenaga surya yang membuatnya dikatakan demikian?

Solar System Mengurangi Gas Rumah Kaca dan Emisi Karbon Dioksida

Efek Rumah Kaca terjadi karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lain di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh aktivitas pembakaran bahan bakar minyak, batu bara, serta bahan bakar organik lainnya yang melebihi kapasitas tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.

Dengan menggunakan solar system dan bukan bahan bakar fosil seperti batu bara, Anda berkontribusi mengurangi terjadinya fenomena efek rumah kaca.

Memilih solar system berarti berpartisipasi mengurangi fenomena efek rumah kaca. (Sumber foto: solarpowerauthority.com)

Tenaga Surya Mengurangi Polusi Air

Fakta yang satu ini tidak terlalu diketahui selama ini, padahal merupakan efek positif pemanfaatan tenaga surya yang paling besar.

Semua proses manufaktur membutuhkan air—termasuk untuk membuat panel surya pada atap Anda bekerja. Namun total air yang dibutuhkan untuk menjalankan listrik dari solar system jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan kebutuhan air untuk menyokong sumber listrik dari bahan lainnya.

Adapun bahan penyedia listrik lainnya seperti nuklir, gas alam, dan bahan bakar fosil membutuhkan air dalam jumlah yang sangat banyak untuk proses pendinginannya. Dengan menggunakan solar system, penggunaan air tidak akan berlebihan, dan tidak perlu ada kesulitan pembagian suplai air untuk kebutuhan lainnya, seperti untuk irigasi dan penyediaan air yang vital bagi masyarakat lainnya.

Tenaga Surya Membantu Bumi Menyimpan Sumber Alam Terbatas

Populasi global akan terus meningkat, sedangkan bumi kita memiliki persediaan hasil alam seperti minyak, batu bara, dan gas alami yang terbatas. Jika hasil-hasil alam ini terlalu banyak digunakan untuk persediaan listrik, lama-kelamaan akan berpotensi mengalami kelangkaan.

Lain halnya dengan matahari yang merupakan sumber energi paling besar dan berlimpah, menghasilkan 73,000 tera-Watt (atau setara dengan 73,000,000,000,000,000 watt) energi setiap detiknya. Jumlah ini 10,000 lebih banyak dari total kebutuhan energi di bumi. Bahkan, bisa dikatakan bahwa sinar matahari pagi selama 1 jam bisa menghasilkan energi yang cukup untuk “menyalakan” dunia sepanjang tahun.

Solar System menghemat persediaan hasil alam terbatas. (Sumber foto: cloudfront.net)

Sumber energi fosil yang terbatas perlu dijaga agar bisa digunakan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan populasi dunia. Tetapi jika kita masih tidak menggunakannya dengan bijak, berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan yang dahsyat dan sulit dibenahi.

Cepat atau lambat, penggunaan tenaga surya akan sangat diperlukan oleh manusia untuk kebutuhan sehari-hari.

Menggunakan tenaga surya menyelamatkan planet kita. Mari bersama-sama turut berkontribusi dalam menyelamatkan planet ini dengan memilih solar system sebagai sumber kelistrikan Anda. Segera hubungi SolarNation untuk penawaran terbaik untuk solusi Solar System!