Ya, sebagai negara kepulauan dengan iklim tropis, Indonesia menjadi salah satu negara yang merasakan dampak perubahan iklim lebih besar dibandingkan dengan negara lainnya. Fenomena pemanasan global menyebabkan cuaca tidak menentu. Kemarau semakin panjang, permukaan laut semakin tinggi, intensitas hujan semakin besar dan tidak beraturan.

Dalam rentang waktu 50 tahun, muka air laut di Indonesia telah melonjak dari 0.8 mm per tahun menjadi 7 mm per tahun pada tahun 1993. Bahkan, berdasarkan sebuah penelitian, pada tahun 2050, peningkatan muka air laut akan mencapai 90 cm.


Apa saja kiranya dampak-dampak nyata perubahan iklim yang bisa dirasakan Indonesia?

Banjir di DKI Jakarta tahun 2015 (Sumber gambar: thenation.com)

1. Ekonomi yang tidak stabil

Ekonomi Indonesia banyak bergantung pada hasil dan kondisi alamnya. Misalnya, dari ekspor hasil pangan pertanian dan maupun perikanan. Musim panen menjadi tidak jelas karena iklim yang sulit diprediksi. Musim kemarau kadang datang lebih awal atau musim hujan yang melewati batas normal, bahkan banjir dan kekeringan di sejumlah wilayah menjadi penyebab gagal panen.


Perubahan iklim juga dapat menyebabkan terjadinya krisis pangan yang kemudian berdampak pada tingginya harga pangan. Seperti yang sekarang telah terjadi di berbagai negara, perubahan iklim menyebabkan pendapatan perkapita turun.

2. Siklus yang tidak sehat

Kenaikan suhu bumi diiringi dengan peningkatan populasi global akan meningkatkan kebutuhan energi, termasuk bahan bakar fosil. Indonesia kaya akan berbagai hasil alam, termasuk sumber energi konvensional tersebut. Pabrik pertambangan tersebar di setiap pulau. Belum lagi tingkat penggunaan transportasi pribadi yang masih mendominasi sebagian besar perkotaan di Indonesia. Dari sinilah siklus tidak sehat itu dimulai. Emisi gas rumah kaca semakin besar dan kembali memperburuk perubahan iklim.  

3. Kekacauan infrastruktur

Perubahan iklim memicu cuaca ekstrem yang kemudian berpotensi mendatangkan bencana. Misalnya, di Indonesia curah hujan semakin berlebih sehingga menyebabkan banjir di berbagai wilayah, termasuk di Ibukota. Banjir dapat menyebabkan infrastruktur rusak dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Banyak juga ditemukan akses jalan pedesaan yang terputus akibat banjir sehingga mengganggu aktivitas warga dan memakan korban.

4. Menimbulkan penyakit

Tingkat polusi yang tinggi pada udara di Indonesia meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke dan kanker paru. Partikel pada polusi udara dapat menyebabkan iritasi pada organ-organ vital, termasuk pembuluh darah. Zat pada polusi juga memberikan efek peradangan pada jantung, dan mengganggu sistem pernafasan, khususnya untuk penderita asma dan bayi yang paru-parunya masih berkembang.

5. Bencana alam

Perubahan iklim juga memicu bencana alam, terutama bencana hidrometeorologi—yaitu bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi, seperti angin kencang, hujan lebat, dan gelombang tinggi. Dalam beberapa tahun belakangan, Indonesia tak luput dari bencana angin kencang, bahkan gelombang tinggi di beberapa titik pantai.

Jadi, apa yang perlu kita lakukan?

Kita harus meningkatkan kesiapan kita dan melakukan aksi mitigasi dampak perubahan iklim global.

Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam sebuah kajian masukan atas Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN API) baru-baru ini menegaskan pentingnya meningkatkan kapasitas adaptasi dan mitigasi masyarakat pesisir melalui edukasi dan sosialisasi. Semua kelompok masyarakat perlu terlibat dan berpartisipasi.

Selain itu, kita juga perlu bijak saat beraktivitas dalam keseharian kita. Misalnya, pilih kantong belanja yang tidak terbuat dari plastik, dan beralih pada sumber energi terbarukan untuk kebutuhan listrik. Langkah kecil kita sangat berarti untuk membuat langit Indonesia lebih bersih, dan mengurangi dampak perubahan iklim di negeri ini.

Bagaimana pendapat Anda?

Ingin tahu lebih banyak mengenai dampak perubahan iklim dunia? Atau ingin tahu perihal energi alternatif surya sebagai sumber listrik yang lebih ramah lingkungan? Hubungi SolarNation untuk solusi energi terbarukan.