Semakin tingginya kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya mendirikan hunian dan bangunan perkantoran yang ramah lingkungan dan memanfaatkan cahaya matahari alami semakin memperkaya ragam arsitektur. Bangunan modern yang menjadikan faktor ini sebagai pertimbangan dikenal dengan sebutan Arsitektur Surya. Jika arsitektur gaya lama mengandalkan banyak modifikasi untuk melindungi diri dari berbagai faktor iklim seperti hujan, terik matahari, angin

Arsitektur Surya yang memanfaatkan tenaga matahari untuk memenuhi kebutuhan akan energi listrik. (Sumber foto: Acarchitects.biz)kencang dan udara panas tropis, arsitektur surya dibuat dengan mengintegrasikan pemanfaatan energi surya dengan teknik bangunan modern yang mengarah ke matahari. memiliki ruang sirkulasi udara yang baik, serta memiliki tipologi arsitektur yang mendukung konservasi energi.

Arsitektur surya diklasifikasikan dalam dua tipe, yaitu arsitektur surya pasif, dan arsitektur surya aktif. Apa definisi keduanya dan bagaimana ciri masing-masing bangunan? Adakah hubungannya dengan solar system? Simak penjelasannya di bawah ini!

Arsitektur Surya yang memanfaatkan tenaga matahari untuk memenuhi kebutuhan akan energi listrik. (Sumber foto: Acarchitects.biz)

Arsitektur Surya Pasif

Rancangan arsitektur surya pasif tidak berkaitan dengan penggunaan solar system sebagai sumber energi listrik bangunan. Arsitektur ini memercayakan pemanfaatan energi surya melalui bentuk rancangan bangunan itu sendiri. Gaya pasif ini memastikan setiap bangunan dapat menerima dan mengadaptasi berbagai faktor iklim, seperti menyiasati panas terik matahari berlebihan namun tetap dapat memanfaatkan cahaya matahari alami untuk penerangan. Desain arsitektur surya pasif biasanya terdiri dari ventilasi silang, akses masuk sinar matahari, hingga implementasi shading yang efektif dan diiringi dengan sistem energi tambahan terbarukan dan ramah lingkungan.

Konstruksi arsitektur pasif di wilayah tropis basah seperti Indonesia umumnya mengupayakan tatanan bangunan yang dapat menghindari paparan radiasi matahari langsung tanpa mengorbankan kebutuhan akan penerangan alami. Manfaat cahaya matahari tetap terserap, namun radiasi panasnya yang membahayakan dapat ditepis.

Sebuah bangunan dengan gaya arsitektur surya tropis. (Sumber foto: idesignarch.com)

Arsitektur Surya Aktif

Rancangan arsitektur surya aktif lah yang berkaitan dengan penggunaan solar system, mengakomodasi energi matahari yang dikonversi menjadi energi listrik dengan menggunakan panel surya. Sistem surya aktif menggunakan panel surya untuk mengoleksi panas dan menggerakkan peralatan rumah tangga dengan, serta memanfaatkan tenaga listrik untuk memindahkan panas atau dingin ke area-area dalam bangunan.

Namun demikian, secara bersamaan arsitektur surya aktif juga tetap perlu dilengkapi dengan strategi perancangan arsitektur pasif. Tanpa penerapan rancangan arsitektur pasif, penggunaan energi dalam bangunan akan tetap tinggi apabila tingkat kenyamanan penerimaan termal dan visual kurang sesuai dengan yang diharapkan.

Menggunakan panel surya dapat menjadi peluang untuk membuat bangunan yang sesuai dengan kebutuhan Anda mendapatkan manfaat energi surya secara maksimal. Kini, penempatan panel surya bukan lagi isu yang sulit ditentukan. Panel surya bisa diinstalasi di berbagai tempat dan bisa terintegrasi dengan struktur rumah.

Instalasi panel surya pada atap hunian (Sumber foto: monier.co.nz)

Arsitektur tidak lagi terpaku pada struktur bangunan besar dan konvensional. Terlebih lagi, Struktur panel terbaru memiliki pilihan bentuk yang lebih kecil dengan kapasitas penyimpanan lebih besar sehingga lebih efisien.

Kekayaan ragam arsitektur surya (Sumber foto: adsttc.com)

Jadi, mana yang lebih baik diterapkan untuk bangunan Anda, arsitektur surya pasif atau aktif? Tentu saja kami menyarankan untuk mengimplementasikan keduanya. Bukankah memiliki bangunan bergaya modern dengan ruang cahaya dan ventilasi udara yang sempurna sekaligus ramah lingkungan merupakan impian warga urban saat ini?