SolarNation fokus pada penyediaan solar system, sebuah pemanfaatan energi terbarukan tenaga surya sebagai sumber kelistrikan baik untuk perkantoran, industri, maupun perumahan pribadi. Energi surya memang disebut-sebut sebagai salah satu energi terbarukan yang paling diunggulkan, terutama karena potensinya yang luar biasa di Indonesia.

Namun jenis Energi Baru Terbarukan (EBT) tidak hanya energi surya. Ada juga tenaga air, tenaga angin, biomassa, hingga panas bumi (geo thermal) yang kini semakin banyak digunakan di berbagai belahan dunia untuk menggantikan sumber energi konvensional yang terbatas dan kurang ramah lingkungan. Bagaimana penjelasan mengenai sumber-sumber energi terbarukan lainnya tersebut? Apa kelebihan energi surya khususnya untuk diaplikasikan di Indonesia? Simak paparan selengkapnya di bawah ini.

Tenaga Air

Dikenal juga dengan sebutan hydropower, tenaga ini memanfaatkan sifat air yang terus bergerak tanpa henti. Tiap gerakan air menghasilkan energi alami yang sangat besar, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin untuk menghasilkan listrik.

Tenaga Angin

Sama halnya dengan tenaga air, angin dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk menggerakkan turbin untuk menghasilkan listrik. Sumber energi ini cocok untuk diaplikasikan di daerah-daerah dengan kecepatan angin yang konstan dan arah angin yang tidak berubah-ubah seperti di Eropa dan di Amerika Utara.

Di Indonesia, pembangkit listrik menggunakan tenaga angin disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Tahun 2018 lalu, Indonesia resmi memiliki PLTB pertamanya yang terletak di Kabupaten Sidanreng Rappang, Sulawesi Selatan, terdiri dari 30 menara kincir angin menyalurkan listrik ke lebih dari 70,000 pengguna listrik di wilayah setempat.

Tenaga angin cocok diaplikasikan di daerah dengan kecepatan angin konstan. (Sumber gambar: resourceglobalnetwork.com)

Biomassa

Biomassa adalah sumber energi terbarukan yang berasal dari organisme yang ada di bumi seperti tumbuhan, hewan, dan manusia. Terdapat beberapa golongan biomassa, yaitu bioethanol yang berasal dari tanaman, biodiesel yang berasal dari minyak sawit dan kedelai, biogas, biobriket, dan biokerosen yang berasal dari minyak nabati.

Di Indonesia sumber energi biomassa umumnya berasal dari tumbuhan karet, sisa kayu, sisa proses pengolahan tebu menjadi gula, sisa padi, atau sisa kelapa. Energi biomassa ini kemudian dipanaskan untuk menjadi uap, lalu dimanfaatkan untuk memutar turbin yang kemudian dipakai sebagai bahan bakar atau pemasok aliran listrik.

Panas Bumi (Geothermal)

Panas inti bumi diperkirakan mencapai 6.000 derajat Celsius. Energi geothermal memanfaatkan panas dari dalam bumi ini. Sumber energi Geothermal tidak sepenuhnya ramah lingkungan, namun sangat minim jika dibandingkan dengan aktivitas pemanfaatan sumber energi konvensional. Pengeboran sumur jauh ke dalam bumi sepanjang 1,5 km hingga 4 km tetap perlu dilakukan.

Panas bumi memanaskan air untuk dijadikan uap yang kemudian dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin untuk berbagai aktivitas, seperti proses pengeringan hasil pertanian, sumber air panas, hingga mengalirkan listrik.

Energi Surya

Sebagai negara yang berada di kawasan khatulistiwa, potensi energi surya di Indonesia sangat besar dengan paparan sinar matahari yang cenderung berlimpah sepanjang tahun. Karena itu, energi surya merupakan sumber energi alternatif yang sangat diunggulkan untuk pemenuhan kebutuhan listrik di sini.

Dengan menggunakan panel surya sebagai medianya, kita bisa menyerap cahaya matahari dan mengubahnya menjadi daya listrik secara mudah. Selain itu, panel surya bersifat awet dan dapat bertahan lama hingga 25 tahun, sehingga kebanyakan penyedia jasa pemasangan panel surya dan solar system memberikan garansi dan jasa perawatan selama periode yang sama.

Lalu apa kelebihan energi surya dibandingkan dengan energi alternatif terbarukan lainnya?

Tenaga surya bersifat stabil, tidak rusak, dan ramah lingkungan. (Sumber gambar: nunnovation.com)

Jika dibandingkan tenaga angin, air, dan biomassa, pemanfaatan tenaga surya cenderung lebih mudah dan sederhana. Misalnya, hanya dengan pemasangan panel surya pada lokasi yang tepat, terpapar cahaya dan tidak terhalang pepohonan, serta dengan sejumlah perangkat pendukung, masyarakat sudah bisa menikmati hasil energi surya sebagai sumber kelistrikan. Energi ini stabil, tidak akan mengalami kerusakan, serta bersifat ramah lingkungan.

Pada dasarnya, semua energi terbarukan merupakan pilihan tepat untuk merawat bumi ini—untuk menekan penggunaan hasil bumi yang terbatas, dan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan. Pilihan energi yang cocok diaplikasikan selalu tergantung dengan kondisi geografis dan iklim setempat. Dalam hal ini, Indonesia merupakan “rumah” yang sangat tepat dan cocok bagi energi surya.

Ingin tahu lebih banyak mengenai bagaimana energi surya bisa menyalurkan listrik ke rumah Anda? Segera hubungi SolarNation!