Anda memiliki banyak pertanyaan mengenai aplikasi energi surya sebagai sumber kelistrikan alias solar system untuk properti Anda? Anda tidak sendiri.

Karena masih belum menjadi pilihan utama di Indonesia, wajar jika Anda belum terinformasi perihal solar system dengan baik.

Simak pertanyaan-pertanyaan mengenai solar system beserta jawaban lengkapnya di bawah ini—bisa jadi pertanyaan Anda terjawab di sini!

“Bagaimana cara bekerja solar system?”

Panel surya terbuat dari sel photovoltaic (PV) yang berasal dari silikon. Saat matahari ditangkap panel surya, sel-sel ini mengubah cahaya matahari menjadi aliran listrik. Sel-sel tersebut disatukan lalu membentuk panel surya.

Aliran listrik yang dihasilkan panel surya adalah aliran listrik Direct Current (DC). Namun karena rumah tangga pada umumnya menggunakan arus listrik Alternate Current (AC), arus DC kemudian dikonversi menjadi arus AC dengan bantuan alat yang bernama inverter untuk “menyalakan” rumah Anda.

Ada dua sistem pemasangan solar system yang bisa Anda pilih, yaitu On-Grid, dimana solar system masih terkoneksi dengan jaringan listrik PLN, dan Off-Grid dimana solar system seutuhnya berdiri sendiri tanpa tersambung dengan PLN.

“Bagaimana jika solar system saya menghasilkan listrik lebih dari yang saya butuhkan tiap bulan?”

Sangat wajar dan sering terjadi solar system memproduksi energi listrik lebih dari yang dikonsumsi pelanggan karena pengumpulan energi terjadi saat di siang hari, saat aktivitas dan penggunaan perangkat rumah sangat minim. Kelebihan tenaga listrik (atau yang disebut dengan excess power) akan diekspor ke PLN dengan faktor pengali. Pelanggan bisa menggunakan deposit produksi tersebut untuk mengurangi tagihan listrik bulan berikutnya.

“Atap rumah seperti apa yang cocok digunakan untuk solar system? Bagaimana jika atap rumah saya tidak cocok untuk instalasi solar system?”

Panel surya pada dasarnya dapat dipasang pada kebanyakan jenis atap. Namun bukan berarti semua susunan atap dapat memproduksi listrik dengan jumlah dan daya yang sama. Beberapa atap yang paling cocok untuk dipasangkan panel surya adalah atap komposit (atap campuran dari materi bekas limbah), atap ubin, dan atap logam.

Selalu ada solusi untuk memasang panel surya pada atap Anda. Konsultasikanlah hal ini kepada penyedia solar system Anda.

“Bagaimana jika terjadi mati lampu?”

Kebanyakan solar system pada perumahan menerapkan sistem On-Grid—masih terkoneksi dengan jaringan listrik PLN setempat. Dengan begini, para pemilik rumah bisa maksimal menggunakan tenaga listrik dari solar system saat di siang hari, dan otomatis berpindah ke jaringan PLN saat malam hari. Jika rumah Anda memang terpasang solar system On-Grid, saat jaringan listrik PLN mati, solar system Anda juga akan otomatis berhenti memproduksi listrik, bahkan di saat matahari bersinar terang di siang hari.

Jika Anda ingin solar system Anda tetap mensuplai listrik saat mati lampu, Anda berarti harus memilih sistem Off-Grid—dimana sistem listrik Anda tidak terhubung dengan jaringan PLN. Energi listrik yang diproduksi di siang hari disimpan di dalam baterai yang akan mengalirkan listrik ke rumah Anda saat malam hari.

Pilih penyedia solar system dengan rekam jejak terpercaya. Pastikan perusahaan penyedia tersebut memilki keahlian dan lisensi yang disyaratkan. (Sumber foto: azizu.com)

“Berapa lama proses pemasangan solar system?”

Contohnya saja instalasi solar system dengan SolarNation. Pemasangan solar system ini melalui sejumlah proses. Mulai dari inspeksi ke lokasi tempat panel surya akan dipasang, kalkulasi kebutuhan energi surya, dan biaya instalasi sesuai kebutuhan properti, pengiriman, dan penyelesaian semua perihal logistik, hingga proses instalasi sistemnya.

Untuk pemasangan di rumah-rumah tangga, instalasi solar system umumnya hanya akan memakan waktu satu atau dua hari.

“Bagaimana sebaiknya saya mencari penyedia solar system?”

Ya, memilih penyedia jasa pemasangan solar system memang sangat penting, terlebih lagi solar system masih belum banyak diaplikasikan di Indonesia. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk memastikan pilihan Anda jatuh ke penyedia solar system yang benar adalah:

  1.  Lakukan pencarian informasi di internet.
  2.  Pastikan perusahaan memiliki rekam jejak pekerjaan yang baik dan terpercaya.
  3. Pastikan perusahaan memiliki lisensi Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi Energi Baru Terbarukan (SBUJK EBT) dan Sertifikat Izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (SIUJPTL) dari PLN.
  4. Minta rekomendasi dari pihak-pihak yang lebih tahu mengenai solar system. Bisa dengan koneksi Anda yang bekerja pada industri terkait, atau kepada kerabat Anda yang sudah terlebih dulu menjadi pelanggan penyedia solar system di Indonesia.

“Apakah ada metode pembayaran solar system yang bisa saya pilih?”

Hal ini tentu tergantung dengan perusahaan penyedia solar system yang bersangkutan. SolarNation menyediakan tiga opsi metode pembayaran, yaitu cash, cicilan, dan saving. Dengan metode cash, klien melakukan pembayaran tunai dalam jumlah besar di muka dan langsung dapat merasakan efisiensi biaya listrik 100% sejak bulan pertama pemasangan. Metode cicilan menawarkan Anda untuk membayar 20% down payment dengan bunga 7% per tahun untuk pembayaran sisanya. Adapun metode saving menawarkan Anda untuk dibebaskan dari biaya sistem dan pemasangannya, namun Anda akan membayar listrik seperti biasa dengan biaya bulanan yang sedikit lebih murah dari biasanya.

Sudah terjawabkah pertanyaan di benak Anda? Jika Anda masih memiliki pertanyaan apapun mengenai solar system, jangan ragu untuk segera hubungi tim SolarNation. Kami siap membantu dan menjawab pertanyaan Anda!