Tidak hanya negara-negara maju seperti Swedia, Denmark, dan Cina, sejumlah negara berkembang juga sudah mulai mengaplikasikan solar system sebagai sumber energi listrik mereka. Umumnya, negara-negara ini. Yuk, kita intip beberapa proyek pemanfaatan energi surya di negara berkembang termasuk Indonesia.

India

India memiliki banyak proyek solar system, dan salah satu yang paling besar saat ini adalah Kamuthi Solar Power. Proyek ini merupakan proyek ‘Solar Power Plant’ atau Pembangkit Tenaga Listrik terbesar keenam di dunia yang berlokasi di Kamuthi, Tamil Nadu, India, dengan kapasitas produksi listrik mencapai 648 MegaWatt.

 Kamuthi Solar Power (Sumber gambar: thepositiveindia.com)

Kamuthi Solar Power bertempat di lahan sebesar 2.500 hektar—atau setara dengan 950 lapangan bola berukuran standar Olimpiade dan terdiri dari kurang  lebih 2,5 juta panel surya, 380.000 fondasi, 576 inverter, struktur penyangga dengan berat 30.000 ton, serta kabel-kabel penyambung pada sistem yang panjangnya mencapai 6.000 km. Pembangkit listrik ini dapat menghasilkan energi listrik yang cukup untuk memasok hingga 265,000 rumah. Sekitar 8,500 pekerja terlibat dalam pemasangan proyek dengan kapasitas energi surya sebesar 648 MegaWatt ini dalam waktu 8 bulan.

Seluruh proyek solar park terkoneksi dengan 400 kVA gardu milik Tamil Nadu milik pemerintah setempat. Panel surya dibersihkan setiap hari dengan menggunakan robot yang secara otomatis mengisi ulang baterainya sendiri.

Argentina

Proyek energi surya terbesar di Argentina dikenal dengan nama Cauhari, yaitu sebuah proyek pembangkit listrik dengan keseluruhan energi yang dihasilkan mencapai 300 MegaWatt. Proyek ini terdiri dari tiga area berbeda, dengan masing-masing menghasilkan listrik sebesar 100 MegaWatt. Dengan sokongan dana dari Cina, proyek Cauhari semakin menguatkan posisi Cina sebagai negara besar dengan komitmen penggunaan energi terbarukan serta teknologi pendukungnya.

 Pembangkit Listrik Cauhari (Sumber gambar: reuters.com)

Proyek Cauhari dieksekusi oleh perusahaan energi dan tambang milik pemerintah lokal Argentina yang bernama Jemse SE. Proyek ini mulai dibangun pada tahun 2017, dan pada pertemuan G20 akhir tahun 2018 lalu, Jemse SE telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan perusahaan energi negeri bambu, yaitu Power China dan Shanghai Electric untuk pelaksanaan ekspansi pembangkit listrik Cauhari dengan produksi energi 200 MegaWatt.

Turki

Fasilitas fotovoltaik terbesar di Turki terletak di Anataolian, provinsi Konya. Fasilitas ini dikenal dengan nama Konya Kızören Solar Energy Plant.

 Konya Kızören Solar Energy Plant (Sumber gambar: tenva.com)

Berdiri pada area seluas 430.000 meter persegi, saat pertama kali dibangun, Konya Kizoren terdiri dari 74.000 panel surya, dan dirancang untuk menghasilkan 18.5 MegaWatt energi listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik lebih dari 20.000 rumah. Kini Konya Kizoren memiliki kapasitas produksi listrik sebesar 22,5 MWp dengan estimasi produksi listrik tahunan kurang lebih 30.730.000 kWh. Dengan kapasitas ini, proyek Konya Kizoren mencegah timbulnya emisi akibat produksi gas CO2 sebanyak 18.702 ton, serta menyelamatkan 45.505 pohon per tahun.

Fasilitas pembangkit listrik surya ini menggunakan Scada, yaitu sistem kendali industri berbasis komputer untuk mengatur dan memonitor bekerjanya solar system.

Peru

Pemerintahan Peru mengumumkan pembukaan dan dimulainya proyek Rubí Solar PV, area pusat pembangkit listrik surya terbesar di Peru ini merupakan fasilitas pembangkit listrik terbesar di Peru dengan kapasitas 144,48 MegaWatt dan mengaplikasikan lebih dari 500.000 panel surya.

 Rubi Solar PV, Peru (Sumber gambar: perureports.com)

Rubi Solar PV berdiri di atas area seluas 400 ha di wilayah selatan kota Moquegua, Peru. Proyek ini meningkatkan produksi listrik terbarukan di wilayah ini sebesar 12% dan mampu menghasilkan  440 GWh energi listrik per tahun, atau sama dengan kebutuhan konsumsi sekitar lebih dari 350.000 rumah tangga di Peru, dan mengurangi potensi emisi gas rumah kaca sebesar 267.000 ton per tahun.

Fasilitas ini mulai dibangun pada bulan November 2016 dengan total investasi sebesar 170 juta dolar Amerika. Seluruh fasilitas diselesaikan dalam 13 bulan dan sukses menciptakan lebih dari 839 lowongan pekerjaan.

Indonesia

Tahun 2015 lalu, Proyek tenaga surya terbesar di Indonesia diresmikan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek Independent Power Producer Pembangkit Listrik Tenaga Surya (IPP PLTS) ini tepatnya terletak di Desa Oelpuah, Kupang Tengah, NTT.  Pembangunan proyek dengan total investasi sebesar 11,2 juta dolar Amerika ini dimulai pada awal tahun 2015 dan memakan waktu sekitar satu tahun untuk penyelesaiannya.

 Proyek IPP PLTS Desa Oelpuah dimulai tahun 2015 (Sumber gambar: Media Indonesia)

Fasilitas ini berkapasitas memproduksi energi listrik sebesar 5 MegaWatt. Dengan sistem PLTS Grid-Connected yang digunakan, IPP PLTS Desa Oelpuah bekerja secara paralel dan terhubung langsung dengan jaringan listrik utama. Terdiri dari rangkaian panel modul surya, sistem inverter, sistem proteksi elektrik, dan perangkat interkoneksi jaringan, PLTS ini tetap bisa digunakan dan mampu menyalurkan listrik sebesar 27% dari kapasitas normal pada kondisi cuaca minim cahaya, seperti saat musim hujan.

Tertarik untuk tahu lebih banyak mengenai solar system dan tenaga listrik surya? Segera hubungi SolarNation!