Tahukah, Anda? Ada dua tipe instalasi solar system, yaitu On Grid yang berarti masih terkoneksi dengan jaringan listrik PLN, dan Off Grid, yang berarti Anda hanya bergantung pada aliran listrik yang dihasilkan solar system. Jika Anda memilih tipe Off Grid, Anda membutuhkan baterai yang berfungsi menyimpan listrik untuk dialirkan ke properti Anda saat tidak ada paparan sinar matahari yang sampai pada panel surya. Sistem ini umumnya bayak dipilih pada area terpencil, maupun bangunan industri atau perkantoran yang membutuhkan kestabilan dan kemandirian sumber energi listrik.

Bagaimana baterai panel surya bekerja?

Pada sistem Off Grid, baterai panel surya bekerja dengan mengonversi energi Direct Current (DC) yang dihasilkan panel surya dan menyimpannya sebagai kekuatan AC untuk penggunaan listrik selanjutnya. Semakin tinggi kapasitas baterainya, semakin banyak energi solar yang bisa  disimpan.

Saat Anda menggunakan baterai untuk solar system Anda, Anda dapat menyimpan kelebihan listrik di rumah Anda tanpa mengekspor atau mengembalikannya ke PLN. Jika solar system Anda memproduksi aliran listrik lebih dari yang Anda butuhkan, kelebihan energinya bisa dipakai untuk mengisi daya baterai. Saat panel surya tidak memproduksi aliran listrik, energi listrik bisa Anda ambil dari energi yang tersimpan di dalam baterai.

Pada sistem Off Grid, dibutuhkan baterai sebagai tempat menyimpan energi listrik
untuk dialirkan pada malam hari. (Sumber foto: sunstore.co.uk)

Jadi, berapa lama umumnya sebuah baterai panel surya bertahan?

Sebagian besar baterai bisa membantu mengalirkan listrik sepanjang malam. Namun hal ini juga tergantung dari seberapa banyak energi yang biasanya dihabiskan rumah tangga Anda dalam satu hari, dan seberapa besar kapasitas kekuatan listrik pada baterai surya Anda.

Jika di malam hari Anda menggunakan listrik dari baterai panel surya Anda untuk menonton TV dan memasak saja, kurang-lebih sebuah baterai bisa bertahan hingga 12 sampai 13 jam. Namun jika Anda menambah aktivitas malam Anda dengan pemakaian alat elektronik berdaya tinggi lainnya seperti AC, mesin cuci, atau setrika, sebuah baterai bisa bertahan hanya hingga 3 jam lamanya.

Ada baiknya Anda membangun home energy storage agar persediaan listrik Anda aman sampai berhari-hari sebagai waspada jika cuaca sedang tidak mendukung produksi listrik dengan solar system.  

Usia Baterai Panel Surya

Umumnya baterai panel surya berusia 5 sampai dengan 15 tahun. Temperatur dan perawatan yang tepat juga berperan signifikan pada daya tahan dan usia baterai. Kondisi cuaca dingin maupun panas ekstrim dapat menambah dan mengurangi daya tahan baterai. Jika baterai PV turun suhu dan melewati suhu tertentu, akan dibutuhkan voltage yang lebih besar lagi untuk mencapai daya yang maksimal; begitu juga jika suhunya naik terlalu tinggi, baterai bisa overheated dan membutuhkan pendinginan. Untuk mengatasi permasalahan ini, banyak perusahaan penyedia baterai yang kini menyediakan moderasi temperatur pada produk.

Pemilihan Baterai yang Tepat untuk Panel Surya

Dalam memilih baterai panel surya yang tepat untuk solar system Anda, ada beberapa hal yang juga perlu menjadi pertimbangan Anda, seperti berapa lama daya tahan baterai, seberapa banyak energi dan kekuatan yang dapat dikeluarkan, garansi, serta kualitas perusahaan pembuat baterai tersebut.

Baterai-baterai yang digunakan pada home energy storage biasanya terbuat dari komposisi bahan kimia, yaitu lead acid, lithium ion, dan saltwater. Lead acid memiliki usia yang lebih pendek dan Depth of Discharge (DoD)—kedalaman kapasitas baterai yang telah terpakai—yang atau kedalaman kapasitas baterai yang telah terpakai–yang lebih rendah dari baterai lainnya. Lithium Ion adalah baterai dengan komposisi bahan kimia yang digunakan oleh mayoritas teknologi home energy storage yang baru karena lebih ringan dan lebih padat dibandingkan Lead Acid. Baterai ini juga memiliki usia yang lebih panjang dan DoD yang lebih tinggi. Adapun Saltwater merupakan jenis baterai baru yang tidak mengandung terlalu banyak logam. Saltwater mengandalkan elektrolit dan bisa didaur ulang. Namun karena masih tergolong baru, kapasitas dan kualitas ketahanannya belum bisa dijamin. Karena itu, pada umumnya baterai dengan material Lithium Ion adalah jenis baterai paling cocok untuk solar system.

Ingin menggali informasi lebih banyak seputar cara kerja dan jenis baterai panel surya? Segera hubungi SolarNation!