Baru-baru ini viral beredar foto kondisi Greenland, dataran es di Kutub Utara, yang berubah menjadi genangan air luas. Daerah ini memang mencair setiap tahun saat musim panas tiba, namun kali ini Greenland mencair lebih cepat dari biasanya. Hari itu suhu di Greenland berada di atas 20 derajat celcius. Diperkirakan Greenland kini telah kehilangan lebih dari 20 miliar ton es.

Ini semua terjadi akibat perubahan iklim dan naiknya suhu bumi. Pemanasan global terjadi pesat karena ulah manusia.

Kita tinggal jauh dari Greenland, tetapi dampak mencairnya es di Kutub Utara bisa sampai pada kita. Lalu adakah hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah cepatnya suhu bumi memanas?

Berikut adalah beberapa langkah kecil yang bisa kita lakukan dalam keseharian kita untuk membantu “meringankan beban” bumi.

Hindari penggunaan plastik

Plastik memang praktis digunakan untuk beragam kebutuhan. Industri banyak menggunakan plastik karena biaya pembuatannya lebih murah. Tetapi tahukah Anda dampak lingkungan yang disebabkan plastik?

Sebagian besar plastik dibuat dari minyak bumi, bahan yang sama yang digunakan untuk membuat bensin dan solar. Plastik tidak mudah diurai karena memiliki rantai karbon yang panjang. Karena itu, butuh waktu hingga 500 tahun atau lebih agar plastik bisa terurai di alam. Plastik yang menumpuk di sungai menyebabkan banjir. Plastik yang jatuh ke tanah merusak kesuburan tanah. Plastik memperburuk kualitas air, dan menyebabkan atmosfer bumi terkontaminasi CO2 jika dibakar.

Kampanye mengurangi penggunaan plastik seperti ini tentu sudah sering Anda temui khususnya beberapa tahun belakangan ini. Kebanyakan swalayan kini mendorong pelanggannya untuk menggunakan tas belanja pribadi sebagai ganti kantong plastik belanja. Ada juga berbagai gerakan masyarakat seperti Gerakan Anti Sedotan Plastik dan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik yang rajin melakukan “razia” plastik di jalanan dan memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah mengenai sampah plastik dan dampaknya pada lingkungan.

Gunakan transportasi umum

Salah satu kontributor polusi terbesar kita berasal dari asap kendaraan. Emisi gas yang dikeluarkan kendaraan mengandung karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) yang berdampak mengurangi kualitas udara. Gas buang atau emisi  ini bersifat karsinogenik, sehingga selain berdampak buruk terhadap lingkungan, gas buang kendaraan juga berpotensi menyebabkan sejumlah penyakit, seperti kanker.

Karena itu, Anda disarankan untuk menggunakan memilih sarana transportasi umum seperti bus, kereta, atau ojek dan taksi online untuk berkegiatan sehari-hari. Opsi lain, saat ini semakin banyak kelompok kendaraan tumpangan ke kantor untuk mereka yang tempat tinggalnya jauh dari lokasi bekerja setiap hari.

Selain itu, jika Anda berkendara, berkendara lah secara bijak. Selalu cek dan ganti oli serta penyaring bahan bakar secara berkala sesuai kebutuhan kendaraan Anda, dan pilihlah mobil hibrida atau listrik yang tingkat emisinya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan mobil dengan bahan bakar bensin.

Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia (Sumber gambar: Antara)

Gunakan listrik secukupnya

Intinya, hemat listrik berarti hemat energi. Dengan semakin sedikitnya energi yang digunakan, kita berkontribusi mengurangi pemanasan global. Kita bisa mengurangi penggunaan listrik dengan lebih memerhatikan sejumlah hal. Misalnya, tidak lupa mematikan lampu sebuah ruangan yang tidak dipakai, mematikan lampu saat tidur, atau mematikan AC saat sedang tidak berada di kamar.Banyak juga yang tidak melepas sambungan listrik perangkat elektronik saat tidak dipakai, melainkan hanya diganti ke dalam posisi standby. Padahal, pada kondisi ini, aliran listrik masih bekerja dan energi menjadi terbuang.

Pilih energi surya

Selain berupaya menghemat listrik, memilih sumber energi terbarukan juga merupakan salah satu solusi untuk mengurangi gas rumah kaca. Misalnya saja, energi surya. Saat ini energi surya semakin banyak dipilih masyarakat di berbagai negara untuk menyuplai listrik rumah tangga, perkantoran, industri, hingga kawasan-kawasan terpencil. Hanya dengan mengandalkan sinar matahari, teknologi surya seperti solar system mentransformasi energi menjadi aliran listrik. Sumber panel surya semakin populer karena biayanya yang sudah semakin terjangkau.

Yuk, menanam pohon!

Ya, tanaman dan pepohonan hijau dapat meredam gas rumah kaca yang menjadi penyebab pemanasan global dan perubahan iklim. Apalagi jika ditanam di kawasan perkotaan, konon ruang hijau dapat membantu menyerap gas CO2 yang dihasilkan kendaraan sekitar, dan efektif membuang Nitrogen Dioksida (NO2) dan partikel mikroskopis yang merusak kesehatan.

Dengan melakukan hal-hal kecil di atas, kita berperan dalam melestarikan lingkungan dan menjaga bumi dari fenomena pemanasan global. Mari kita praktikan bersama, karena semuanya bermula dari diri kita sendiri.Yang Bisa Kita Lakukan untuk Menyelamatkan BumiDengan melakukan hal-hal kecil di atas, kita berperan dalam melestarikan lingkungan dan menjaga bumi dari fenomena pemanasan global. Mari kita praktikan bersama, karena semuanya bermula dari diri kita sendiri.